Ujian Persamaan

 

Ujian persamaan atau sekarang diistilahkan dengan ujian penyetaraan adalah sebuah program ujian yang diikuti oleh mereka yang ingin mendapatkan ijazah pada tingkat pendidikan tertentu namun tidak menempuh jenjang pendidikan reguler.

Jika pada jenjang pendidikan reguler semua aturan, kurikulum, bahkan sampai biaya operasional lembaga ditentukan oleh pemerintah, maka pada lembaga pendidikan ujian persamaan, pengelolaan lebih bersifat swadaya masyarakat.

Sama halnya dengan jenjang pendidikan pada umumnya, seseorang yang mengikuti pendidikan untuk ikut ujian persamaan juga dituntut untuk melalui jenjang-jenjang pendidikan sesuai urutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, hanya saja dengan istilah yang berbeda. Kalau jenjang pendidikan reguler ada SD dan SMP pada tingkat dasar, lalu SMU atau SMK pada tingkat atas, pada pendidikan ujian persamaan istilahnya menjadi Paket A untuk jenjang setara SD, Paket B untuk jenjang setara SMP, dan Paket C untuk jenjang setara SMU.

Mengapa disebut dengan istilah ujian persamaan? Menurut saya pribadi ada 2 hal yang menjadi alasan pemilihan sebutan ‘Penyetaraan” atau “Persamaan” tersebut.

Pertama, Ijazah yang didapat dari peserta pendidikan yang mengikuti ujian persamaan bukanlah ijazah tingkat pendidikan itu, akan tetapi ijazah yang setara atau sejajar dengan tingkat pendidikan tersebut.

Yang kedua, peserta didik dengan Ijazah ujian persamaan memiliki kwalitas kompetensi yang dapat disejajarkan dengan peserta didik yang belajar pada sekolah reguler, hanya metode yang ditempuh untuk mencapai tingkat pendidikan tertentu berbeda dengan yang ada pada lembaga pendidikan reguler.

Yang menjadikan hal ini dapat terwujud diantaranya adalah pengawasan dan regulasi dari pemerintah tentang penyelenggaraan ujian persamaan ini. Regulasi yang dibuat oleh pemerintah bukan hanya berfungsi sebagai pembuat dan penjaga aturan main bagi lembaga peyelenggara, akan tetapi juga berfungsi sebagai kontrol kwalitas pada lembaga dan kurikulum yang berlaku pada lembaga penyelenggara ujian tersebut.

Keunggulan pada lembaga penyelenggara ujian persamaan ini bukanlah hal yang bisa dipandang sbelah mata, karena prestasi lulusan dan peserta didik pada lembaga penyelenggara ujian persamaan telah terbukti benar-benar setara dengan sekolah reguler. Ambil contoh salah satunya adalah PKBM Mandiri An Nuur yang ada dikawasan Grogol, Limo-Depok. PKBM ini adalah salah satu PKBM dikota Depok yang menyelenggarakan ujian persamaan. PKBM Mandiri AN Nuur juga telah mendapat predikat sebagai salah satu PKBM yang terakreditasi. Ini artinya secara kwalitas kelembagaan dan kurikulum, lembaga penyelenggara ujian persamaan atau ujian penyetaraan memang bukan lembaga asal-asalan. Melainkan lembaga yang mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi sejajar dengan sekolah reguler.

Jadi pertanyaan tentang,”Apakah kwalitas lulusan pada pendidikan ujian persamaan itu sama dengan peserta didik reguler?” telah terjawab.
Demikan sedikit pembahasan saya tentang ujian persamaan atau ujian penyetaraan. Semoga bermanfaat….

 

 

Penulis: agusrh

Cuma seorang Anak Betawi kecil dengan cita-cita besar

2 tanggapan untuk “Ujian Persamaan”

  1. Ping-balik: PKBM – Anak Langgar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.